Tuesday, February 21, 2017

Alquran Hasil Jiplakan Part. 20

Jiplak 20. Sorga Islam

Surga Islam Dipenuhi 72 Bidadari untuk Per 1 orang laki laki Islam, 
Yang Wanitanya Dapat pasangan Apa ???


 
 
 
 
 
 
 
 
 
Alquran mencatat bahwa surga dipenuhi bidadari2 perawan (Houris), dan makanan minuman yang maha nikmat;
Surah 56:22-23 :
22: Dan (mereka dilayani) bidadari-bidadari yang bermata hitam jeli, Seperti mutiara yang tersimpan dengan sebaik
baiknya.
23: “Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang terlebih  dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah Swt). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda lelaki yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS 56:10-21)

Sumber keterangan tentang hal ini sebenarnya berasal dari kitab suci agama Zoroastria. Kitab Taurat tidak menyebutkan hal2 seperti itu sepatah kata pun.

Mari sekarang kita lihat dan bandingkan Quran dan Hadis menyebut di dalam Surga terdapat “Houris (bidadari) bermata hitam jeli,” dan “Houris (bidadari) bermata besar hitam, bagaikan mutiara yang tersimpan dalam kerang.” Dalam agama dan keyakinan Zoroastria pun dikatakan terdapat Peri (Pairikan = bahasa Persia)) yaitu bidadari indah berwarna cemerlang, untuk memikat hati pria. Kata "Houry" diambil dari sumber Persia yakni Avesta atau Pehlavi. Demikian juga kata Jinn (jin) dan Bihisht (Surga) yang dalam Avestic diterangkan sebagai tempat yang indah.

Dalam agama Hindu pun terdapat keterangan yang serupa yang menerangkan surga dipenuhi oleh anak2 muda lelaki dan wanita yang mirip dengan Houris dan Ghilmân dalam Quran.

Alquran sering menyebut tentang tujuh surga (QS 2:29; 41:12, 65:12), dan hal serupa juga ditemukan di Chegiga 9:2.

Di Sura 7:46 tertulis pembatas surga dan neraka bernama A’raaf
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).

Bandingkan ini dengan Midrash Yahudi di Eklesia 7:14
“Berapa besarnya ruangan antara surga dan neraka? Rabbi Jokhanan berkata terdapat sebuah tembok, Rabbi Akha berkata terdapat sebuah sekat; guru2 mereka menyatakan bahwa keduanya terletak sangat berdekatan sehingga orang2 dapat saling melihat dari tempat mereka berada.”

Hal serupa juga dinyatakan di agama Zoroastria: “Jaraknya seperti antara gelap dan terang.”

Perihal sulitnya masuk ke Surga, para Rabbi Yudaisme menggambarkannya bagaikan sulitnya gajah masuk ke lubang jarum.

Di Matius 19:24 Yesus mengatakan;
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Bandingkan dengan QS 7:40 versi Muhammad;
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

SO !! bagaimana ?????
 

Alquran Hasil Jiplakan Part 18 - 19

Jiplak 18. Penciptaan Dunia

Taurat (Kel 20:11)
Sebab enam hari lamanya Yahweh menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Yahweh memberkati hari sabat dan menguduskannya.

Quran (QS 50:38) atau lihat juga QS 41:9-12
Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan.

Jiplak 19. Penciptaan Adam

Manusia diciptakan dari tanah (QS 6:2, Kej 2:7)
QS 2:30-33 bercerita saat para malaikat bertanya pada Allah mengapa ia ingin menciptakan manusia, Allah menjawab bahwa tujuan manusia diciptakan adalah untuk menamai benda2 didunia, hal yang tidak bisa dilakukan oleh malaikat. Kemudian Allah menyuruh.para malaikat untuk sujud kepada manusia (Adam), semua malaikat sujud kecuali setan. Hal ini yang menyebabkan Iblis diusir dari Surga. Kisah serupa dapat dilihat di Kej 1:26-29, Parashah 8, Parashah 19; dan Sanhedrin 38.
 


Bagaimana Alquran bisa menepis bahwa isinya adalah hasil jiplakan, sementara Allah swt yang disebut sebut sebagai sosok pewahyu tak pernah eksis keberadaannya
 =====================================================================




Alquran Hasil Jiplakan Part 17

Jiplak 17. Pengucapan Demi Nama Tuhan


Pada kalimat kedua dalam setiap buku Dasatir I Amani ini tercantum kalimat:
Dalam nama Tuhan, Sang Pemberi anugerah, Yang Maha Pemurah

Kalimat ini sangat mirip dengan kalimat awal di Surah2 Qur’an (kecuali Surah 9):
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Kalimat pertama di dalam buku  Zoroastria lainnya yang berjudul Dînkart,  juga mencantumkan hal yang serupa tentang hal itu, yaitu:  "Dalam nama Ormazd Sang Pencipta"

Jadi kebiasaan mencantumkan awal kalimat “demi nama Tuhan” atau “dalam nama Tuhan” lazim dalam kitab2 agama Zoroastria. Dimana Muhammad mencatut  gagasan pengucapan "Demi Nama Tuhan" ini dan dimasukkan Muhammad ke dalam Quran.


Sunday, February 19, 2017

Alquran Hasil Jiplakan Part 16

Jiplak 16. Nubuat Kedatangan Nabi

                                                     Nabi Zoroaster Idola Muhamamd

Ramalan tentang nabi yang akan datang

Dalam ajaran Islam dipercaya dan diyakini bahwa setiap Nabi sebelum mati memberi nubuat tentang nabi yang akan datang setelah dirinya.
Misalnya Ibrahim menubuatkan kedatangan Musa
Musa menubuatkan kedatangan Daud, dan seterusnya.

Informasi seperti ini tidak tercantum dalam Taurat.
Sebaliknya seluruh nabi2 Perjanjian Lama dari awal sampai akhir menubuatkan kedatangan sang Mesiah (Juru Selamat).

Karena tidak ada dalam kitab Yahudi dan Kristen, dari mana Muhammad mendapatkan anggapan setiap nabi menubuatkan nabi yang akan datang?

Jawabannya dapat dilihat dalam buku Zoroastria yang bernama Dasatir I Amani yang ditulis di jaman Khxur Parwez dan diterjemahkan dalam bahasa Dari.

Buku Dasatir I Amani terdiri dari 15 kitab yang katanya diturunkan kepada 15 Nabi, dan nabi yang terakhir datang adalah Nabi Zoroaster sendiri. Seteiap buku menyebut nama nabi berikut yang akan datang kemudian. Buku2 ini tidak diragukan lagi hanyalah buku dongeng kuno belaka, tapi ternyata kemudian Muhammad mengambil gagasan nubuat tentang nabi masa depan.

Saturday, February 18, 2017

Alquran Hasil Jiplakan Part 15

Jiplak 15. Kisah Isra Miraj

 Muhammad tak pernah menolak ide2 cerita yang berasal dari agama Zoroastria dari Persia. Kitab suci Zoroastria bernama Hadhoxt Nask. Masyarakat Arab banyak berhubungan dengan masyarakat Persia untuk keperluan perdagangan. Banyak kata Persia yang terserap ke dalam perbendaharaan kata Arab. Salah satu contoh pengaruh Persia dalam Islam yang paling jelas tampak pada kisah Isra Miraj yang ditulis di Hadis Sahih Bukhari 93:608. Hadisnya panjang sekali, silakan baca sendiri. 

Ini versi pendeknya yang ditulis oleh Tisdal, W., “Original Sources of Islam”, hal. 78. Muhammad berkata:

Jibril menaikkanku ke atas Buraq yang kemudian membawaku naik ke surga lapisan terbawah. Jibril meminta gerbang pintu dibuka. “Siapakah itu?” tanya sebuah suara. “Ini adalah Jibril.” “Siapakah yang datang bersamamu?” “Ini adalah Muhammad.” “Apakah dia dipanggil?” “O iya!” jawab Jibril. “Kalau begitu persilakan dia masuk; sungguh bagus dia telah datang ke sini.” Dan dengan begitu pintu gerbang dibuka. Silakan masuk, kata Jibril, Ini adalah ayahmu Adam, beri salam padanya. Maka aku memberi salam padanya, dan dia pun membalas salamku sambil berkata “Selamat datang wahai Nabi yang hebat.” Lalu Jibril membawaku ke surga tingkat dua, dan lihat ada Isa. Di surga tingkat tiga terdapat Yusuf; di surga tingkat empat terdapat Idris (Enokh); di surga tingkat lima terdapat Harun; dan di surga tingkat enam terdapat Musa. Setelah Musa membalas salam dariku, dia menangis dan menerangkan sebabnya mengapa dia menangis: “Aku menangis karena lebih banyak pengikutmu yang masuk surga dibandingkan pengikutku.” Lalu kami menuju ke surga ke tingkat tujuh. “Ini adalah ayahmu Abraham,” kata Jibril, dan pertukaran salam pun terjadi seperti sebelumnya. Akhirnya kami sampai ke bagian akhir di mana terdapat buah2an yang indah dan dedaunan seperti kuping gajah. “Ini,” kata Jibril, “adalah surga yang terakhir; dan lihat! Ada empat sungai, dua di dalam, dan dua di luar.” “Apakah ini, wahai Jibril” tanyaku. Yang di dalam, katanya adalah sungai2 surgawi, dan yang di luar adalah sungai Nil dan Eufrata.

Kisah Isra Miraj ini dapat dibandingkan dengan kitab Pahlavi yang berjudul Arta (atau juga disebut Artay) Viraf yang ditulis ratusan tahun sebelum Muhammad menciptakan Islam (Tisdal, hal. 80). Pendeta2 Zoroastria merasa iman mereka berkurang sehingga mereka mengirim Arta Viraf ke surga untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sana. Arta mengunjungi setiap lapisan surga dan akhirnya kembali ke bumi untuk memberitahu pengikutnya apa yang telah dia lihat:

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah surga lapisan terbawah;… dan di sana kami melihat Malaikat yang diberi Sang Maha Suci cahaya yang menyala, indah, dan agung. Dan aku bertanya kepada Sorash yang suci dan Azar sang malaikat: “Tempat apakah ini, dan siapakah mereka itu? “[Arta juga kemudian naik ke surga lapisan ke dua dan ke tiga.] “Bangkit dari singgasananya yang berlapiskan emas, Bahman sang Malaikat Penghulu membimbingku, sampai dirinya dan aku bertempu Ormazd bersama kawanan malaikat dan pemimpin2 surgawi, semua bercahaya sangat kemilau dan aku belum pernah melihat hal ini sebelumnya. Pemimpinku berkata: Ini adalah Ormazd. Aku memberi salam kepadanya, dan dia berkata dia gembira menyambutku dari dunia fana ke tempat yang terang dan sempurna…. Akhirnya, kata Arta, pengantarku dan sang Malaikat yang bercahaya selesai menunjukkan surga padaku dan mereka lalu membawaku untuk melihat neraka; dan dari tempat yang gelap dan mengerikan itu, mereka membawaku ke atas ke tempat indah di mana terdapat Ormazd dan kawanan malaikatnya. Aku ingin memberi salam padanya, tapi Ormazd dengan anggunnya berkata: Arta Viraf, kembalilah ke dunia fana, kau telah melihat dan mengenal Ormazd, karena akulah dia; aku mengenal siapapun yang jujur dan bajik.

Kisah Isra Miraj Muhammad ini juga hampir mirip dengan kisah perjalanan ke surga nabi Idris (Henokh). Silahkan lihat disini;

http://www.thenazareneway.com/book_of_the_secrets_of_enoch.htm
http://www.newadvent.org/cathen/01602a.htm

Menurut Taurat yaitu Kejadian 5:24, Henokh (Idris) diangkat kelangit. Berdasarkan ayat itu dibuat Kitab berjudul Henokh 1 dan 2, jauh sebelum masa Yesus. Kitab ini penuh dengan kejadian spektakuler, dan fantasi2 mengenai surga dan neraka. Kitab Henoch ditulis antara 150-80 Sebelum Masehi, yang naskahnya juga ditemukan di kumpulan naskah Qumran. Kitab ini adalah kitab Apocrypha Yahudi atau Pseudogrypha atau Kitab yang tidak diakui oleh orang Yahudi (juga Kristen). Sebagai bacaan, kisah tingkatan2 surga dan neraka ini dan cukup digemari oleh orang2 Kristen abad-abad pertama sampai ke empat. Perbedaannya dengan kisah Isra Miraj Muhammad, Surga Henokh terdiri dari sepuluh tingkat. dan tidak bertemu dengan nabi.
Dalam Hadis Isra Miraj Hadis Sahih Bukhari 93: 608, Muhammad melakukan tawar menawar sholat dengan Allah. Hal ini mirip dengan proses tawar menawar Ibrahim dengan Yahweh mengenai Sodom dan Gomora di Kejadian 18:22-33.

Alquran Hasil Jiplakan Part 14

Jiplak 14. Allah itu Esa

Tauhid (Keesaan Tuhan)


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Monotheisme absolut adalah hal baru bagi kaum berhala di Mekah, meskipun demikian sebenarnya kaum Quraish Mekah sudah mengenal Keesaan Tuhan ini dengan konsep yang berbeda dengan konsep Yahudi. Ibn Hisham berdasarkan tulisan dari Ibn Ishaq menyatakan bahwa kaum Quraish di jaman pra-Islam, biasa mengadakan ibadah agama yang dinamakan Ihlal dan mereka pun mengucapkan kalimat yang menyatakan keesaan Tuhan yang berbunyi: “Labbaika, Allahumma: Kami datang ke hadiratMu, wahai Tuhan; kami datang ke hadiratMu. Kau tidak berpasangan, kecuali pasangan yang ada padaMu; Kau memilikinya dan apapun yang dia miliki.”

Kalimat ini mirip dengan kalimat pertama Shahadat (tiada Tuhan selain Allah) dan kalimat ini sudah sering diucapkan bangsa Arab ratusan tahun sebelum Muhammad lahir. Meskipun Quraish beragama pagan dan menyembah banyak dewa, tapi mereka percaya akan ketunggalan Tuhan utama mereka yakni Allah Ta-ala sang dewa Bulan.

Muhammad begitu terkesan dengan konsep Keesaan Tuhan yang tak kenal kompromi seperti penjelasan Waraqah, dan Zaid bin Amr. Konsep monotheisme absolut ini jelas terlihat dikitab2 Taurat sbb;

Berfirmanlah Allah kepada Musa: Beginilah kau katakan kepada orang Israel: Yahweh, Allah nenek moyangmu, Allah Ibrahim, Allah Ishak, dan Allahnya Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. (Kel 3:15)

Akulah Yahweh Allahmu, jangan ada illah lain dihadapan-Ku (Kel 20:2,3)

Dengarkanlah hai bani Israel: Yahweh itu Allah kita, Yahweh itu Esa. (Ul 6:4)

Bandingkan dengan Quran;

Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri." (QS 3:84)
Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS 2:163)

Alquran Hasil Jiplakan Part 9 s/d Part 13

Jiplak 9. Aturan Wudhu

Aturan wudhu di QS 5:6 

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni'mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS 5:6)
Di QS 5:6 tercantum bahwa jika tidak ada air hendaklah bersihkan diri dengan tanah.

Muhammad Mengutip dari Talmud Berachoth 46, dimana dikatakan bahwa “orang dapat membersihkan diri dengan tanah”.

Jiplak 10. Aturan Azan
QS 17:110 menyatakan bahwa sembahyang tidak boleh dilakukan dengan suara yang keras.  Lengkapnya :

110
"Katakanlah: 'Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa-ul husna (nama-nama yang terbaik); dan jangan kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu, dan janganlah pula merendahkannya, dan carilah jalan tengah di antara kedua itu'." – (QS.17:110)
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلا تَجْهَرْ بِصَلاتِكَ وَلا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلا
Quliid'uullaha awiid'uur-rahmana ai-yan maa tad'uu falahul asmaa-ul husna walaa tajhar bishalaatika walaa tukhaafit bihaa waabtaghi baina dzalika sabiilaa

Sirah ini tercantum dan dikutip Muhaammad dari Berachoth 31:2.

Jiplak 11. Aturan Cerai

QS 2:228
menetapkan masa tunggu selama 3 bulan sebelum wanita yang baru bercerai dapat menikah lagi.

بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

waalmuthallaqaatu yatarabbashna bi-anfusihinna tsalaatsata quruu-in walaa yahillu lahunna an yaktumna maa khalaqa allaahu fii arhaamihinna in kunna yu/minna biallaahi waalyawmi al-aakhiri wabu’uulatuhunna ahaqqu biraddihinna fii dzaalika in araaduu ishlaahan walahunna mitslu alladzii ‘alayhinna bialma’ruufi walilrrijaali ‘alayhinna darajatun waallaahu ‘aziizun hakiimun

Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Muhammad mengutip mentah Hukum yang Tertulis di Misha Jabhamoth 4:10

Jiplak 12. Aturan Nikah

Hukum nikah QS 2:221
Surat Al-Baqarah [2:221]

[Seruan agar mumin TIDAK menikahi wanita musryik]

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

walaa tankihuu almusyrikaati hattaa yu/minna wala-amatun mu/minatun khayrun min musyrikatin walaw a’jabatkum walaa tunkihuu almusyrikiina hattaa yu/minuu wala’abdun mu/minun khayrun min musyrikin walaw a’jabakum ulaa-ika yad’uuna ilaa alnnaari waallaahu yad’uu ilaa aljannati waalmaghfirati bi-idznihi wayubayyinu aayaatihi lilnnaasi la’allahum yatadzakkaruuna

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

Sama dengan Talmud Kethuboth 40:1.

Jiplak 13. Aturan Menyusui
Baik Islam maupun Yudaisme menuntut wanita untuk menyusui bayinya sampai usia 2 tahun. Ini tertera di

QS 31:14
"Dan Kami perintahkan kepada manusia, (untuk berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu." – (QS.31:14)
وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Wawash-shainaa-insaana biwaalidaihi hamalathu ummuhu wahnan 'ala wahnin wafishaaluhu fii 'aamaini aniisykur lii waliwaalidaika ilai-yal mashiir(u)

QS 2:233

[Seruan Allah agar menyusukan anaknya selama dua tahun penuh]

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

waalwaalidaatu yurdhi’na awlaadahunna hawlayni kaamilayni liman araada an yutimma alrradaa‘ata wa’alaa almawluudi lahu rizquhunna wakiswatuhunna bialma’ruufi laa tukallafu nafsun illaa wus’ahaalaa tudaarra waalidatun biwaladihaa walaa mawluudun lahu biwaladihi wa’alaa alwaaritsi mitslu dzaalika fa-in araadaa fishaalan ‘an taraadin minhumaa watasyaawurin falaa junaaha ‘alayhimaa wa-in aradtum an tastardhi’uu awlaadakum falaa junaaha ‘alaykum idzaa sallamtum maa aataytum bialma’ruufi waittaquu allaaha wai‘lamuu anna allaaha bimaa ta’maluuna bashiirun

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.


ATURAN MENYUSUI INI JUGA TERTULIS  di Kethuboth 60:1.

Itukah yang dinamakan wahyu Allah SWT ?????
Propellerads